iPhone 6 karat ini akan Dibongkar Untuk Ketahui Hilangnya 2 Remaja di laut

Advertisement

Beberapa waktu lalu Tepatnya 24 Juli Tahun 2015 menjadi hal yang sial untuk 2 remaja usia 14 Tahun yang berlibur untuk memanci di Juniper inlet.

iPhone
iPhone

Mereka bernama Perry Cohen dan Austin Stephanos, Mereka dinyatakan hilang dan kemungkinan sudah meninggal setelah tidak kembali lagi.

Advertisement

Penyebab kematiannya masih merupakan misteri, terutama setelah kapal yang ditumpangi keduanya ditemukan tanggal 18 Maret lalu, sekitar 100 mil dari pesisir Bermuda.

Menariknya, pada kapal tersebut ditemukan sebuah iPhone 6 milik Austin. Kini perangkat tersebut bakal digunakan untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada kedua remaja tersebut.

Sebenarnya Perry juga membawa sebuah perangkat, yaitu Apple iPad. Ia sempat mengirimkan pesan kepada ibunya bahwa tabletnya mati. Hal ini mengindikasikasikan bahwa Perry juga memiliki sebuah perangkat untuk mengirim pesan kepada ibunya. Selain itu, bukti lain yang bisa digali adalah pesan Snapchat yang dikirimkan kepada teman mereka dengan pesan, “Kami terjebak,” saat badai menuju ke arah mereka.

Setelah proses yang panjang, bahkan sampai ke pengadilan. Hakim Palm Beach County Circuit, Gregory Keyser memutuskan bahwa iPhone tersebut akan dikirimkan ke Apple lewat FedEx kalau-kalau ada informasi yang bisa diambil dari perangkat tersebut, termasuk kemungkinan foto-foto atau pesan terakhir sebelum tragedi tersebut terjadi.

iPhone 6 tersebut dalam keadaan berkarat dan rusak. Maklum saja, perangkat tersebut terombang-ambing di lautan selama hampir setahun. Menarik untuk disimak, apakah Apple mampu mengambil beberapa konten dari iPhone yang telah rusak tersebut.

Dan Kira-Kira Berapa lamakah waktu yang akan mereka tempu untuk membantu keluarga yang ditinggalkan

iPhone

iPhone , . Bookmark the permalink.

Mr. Santoni

Pemerhati Dunia Maya... Pengguna beragam Smartphone. Saat ini sedang senang berbagi tentang iPhone, iPad dan Mac. Tips2 yang kami berikan telah teruji dan berfungsi sewaktu pertama kali kami tulis