Benarkah Nanti Apple Akan Persulit Akses Pengguna Ke Reparasi Perangkat Tanpa Lisensi

Apple terkenal produsen smartphone yang perangkatnya susah di reparasi dan biaya perbaikan di toko berlisensi resminya cukup mahal

Reparasi
Reparasi

tentunya ini hal yang cukup menyiksa untuk anda yang memiliki bujet pas-pasan, namun anda harus bersiap-siap lagi karena di masa mendatang tempat-tempat reparasi iPhone atau MacBook tidak resmi akan menjauhi produk Apple jika permintaanya ini di setujui oleh Pemerintah AS.

Advertisement
Apple dikabarkan telah mengirimkan delegasi untuk melakukan lobbying dalam menentang sebuah draft aturan baru bernama ‘right to repair,’ yaitu aturan yang memperbolehkan pelanggan ataupun toko reparasi umum untuk mendapatkan akses pada manual/buku panduan perbaikan, peralatan diagnostik, serta komponen perbaikan untuk keperluan reparasi.

Gampangnya, Apple berpendapat bahwa produk buatan mereka cuma bisa direparasi oleh Apple atau pihak lain yang telah mendapatkan lisensi saja, sementara pemilik perangkat ataupun toko perbaikan yang tidak mendapatkan lisensi dari Apple tak memiliki hak untuk melakukan perbaikan sendiri.

Perwakilan Apple yaitu Steve Kester meminta senat untuk menentang undang-undang tersebut, karena berpotensi memudahkan para hacker untuk mengakses hardware dari produk-produk Apple.

Apple selama ini memang dikenal bersuara lantang dalam mengkampanyekan agar produk-produknya cuma ditangani oleh para teknisi yang bersertifikat resmi saja.

Samsung yang selama ini seringkali berseberangan dengan Apple juga sepakat dengan permintaan Apple tersebut, juga perusahaan terkemuka lain seperti Microsoft, Google, Nintendo dan Sony.

Hmm Perusahaan itu akan menekankan bahwa aturan yang baru tadi akan mempermudah pelanggan properti intelektual dan juga memperumit undang-undang pengamanan produk elektronik.