Apple Luncurkan macOS Mojave dengan Tampilan Dark Mode

Apple kembali meluncurkan macOS terbarunya yang bernama macOS Mojave tetapi masih dalam versi beta. Pada Mojave, terdapat fitur Dark Mode baru yang akan merubah dekstop kamu supaya terlihat berbeda, terfokus kepada konten yang sedang dikerjakan.

macOS Mojave
macOS Mojave

Terdapat pula fitur Stack yang akan membantumu untuk merapikan tampilan desktop ketika banyak pekerjaan berserakan disana dan kamu tidak sempat untuk membereskannya. Hal ini memungkinkan kamu untuk mengerjakan pekerjaan lain dengan lebih leluasa. Stack akan mengumpulkan beberapa file menjadi satu grup terpisah.

Fitur ini bisa diaktifkan kapan saja pengguna mau, dan developer pihak ketiga nantinya juga bisa menerapkan Dark Mode pada aplikasi buatannya berkat API yang disediakan Apple. Dark Mode memang tidak berdampak langsung pada fungsionalitas, tapi setidaknya cukup membantu ketika harus bekerja di depan Mac di malam hari.

Fitur Quick Look, yang biasa diaktifkan dengan menekan tombol Space, kini tak hanya menampilkan preview file saja, tapi juga menyediakan opsi penyuntingan macam rotate dan crop untuk gambar, trim untuk video dan audio, serta markup untuk PDF. Semuanya tanpa perlu membuka aplikasi sama sekali.

Selain itu FaceTime ramai-ramai yang menjadi salah satu fitur andalan iOS 12 juga hadir di macOS Mojave. Fungsinya sama persis dan juga mendukung sampai 32 partisipan. Partisipan tambahan bisa bergabung dalam percakapan kapan saja, dan mereka bebas memilih hendak menggunakan Mac atau perangkat iOS.

Perubahan ini disambut dengan terbuka oleh pesaing berat Apple, yaitu Microsoft sendiri, yang kabarnya akan menghadirkan Microsoft 365 di Mac App Store terbaru. Adobe dan pengembang besar lainnya tidak mau kalah dengan memasukkan aplikasi utamanya di Mac App Store.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *